PT. EKSOTIKA INDONESIA INVESTA - TOUR ORGANIZER     (0274) 2810683        jogjakartour@gmail.com              0853-2919-6777        0878-3719-6777

Kampung di Jogja yang Daimbil Dari Nama Prajurit Kraton

Jogja sebagai salah satu daerah yang mendapat gelar daerah istimewa ini memiliki latar belakang sejarah yang kuat. Sejarahnya pun mengagumkan dimulai dari sejarah awal mula berdirinya sebuah kerajaan islam hingga perjuangan merebut kemerdekaan. Sehingga banyak hal menarik di kota Jogja ini, termasuk penamaan jalan, daerah, kampung berdasarkan sejarah yang ada. Ada 3 tipe kampung yang ada di Kota Jogjakarta yaitu Kampung berdasar nama dalem pangeran dan bangsawan, Kampung berdasar nama keahlian abdi dalem, serta kampung berdasar tempat tinggal abdi dalem prajurit keraton.

Akan memudahkan bagi pihak Kraton tentunya menamai suatu daerah atau kampung di Jogja dengan unsur kraton. Biasanya penamaan suatu daerah karena sebuah tugas dari seorang prajurit yang ditempatkan di daerah tersebut. Penamaan tersebut sangat-sangat memudahkan bagi kita untuk mengenali suatu daerah atau kawasan di Jogja. Bagi yang tertarik dengan sejarah dan wisata di Jogja, agaknya makin tambah penasaran mengenai asal –usul pemberian nama suatu kampung di Jogja.

Ketika kalian suatu saat berkesempatan untuk datang ke Jogja, jangan lupa kunjungi Kraton Jogja. Tempat ini cocok sebagai destinasi wisata edukasi yang mengandung unsur pendidikan bagi semua kalangan. Ketika berada di sana, tanyakan kepada abdi dalem dan pemandu wisata mengenai nama-nama prajurit Kraton Jogja yang digunakan sebagai nama kampung dan tempat hingga sekarang. Tak perlu berlama-lama segera susun paket wisata Jogja dan agendakan untuk mengeksplorasi mengenai budaya Jogja dan Kraton yang menarik.

Berikut Nama Kampung Di Jogja Yang Diambil Dari Nama Prajurit Kraton

1. Kampung Cokrokusuman

Sejarah penamaan Kampung ini dikarenakan dahulu daerah tersebut merupakan tempat tinggal salah satu prajurit keraton yang bernama KRT. Cokrokusumo dengan panggilan abdi dalem Cokro. Abdi dalem Cokro memiliki tugas pokok memberi makan burung. Oleh karena itu, pemukiman yang berada di kawasan tersebut kemudian diberi nama Cokrokusuman. Saat ini Kampung Cokrokusuman masuk kedalam wilayah kecamatan Jetis.

 

2. Kampung Purwodiningratan

Penamaan kampung ini berawal dari salah satu abdi dalem keraton yang bertugas mengurus dan mengumpulkan pajak yang bernama KRT Purwodiningrat. Kampung tersebut berada di selatan Jalan Pathuk ( Jalan Aipda KS. Tubun ).

3. Kampung Sindunegaran

Kampung Sindunegaran dahulu merupakan tempat tinggal Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Sindunegara. Abdi dalem yang memiliki tugas utama membantu membuat minuman (unjukan) untuk para tamu – tamu keraton yang berkunjung. Secara administratif kampung tersebut masuk ke dalam wilayah kecamatan Jetis.

 

4. Kampung Suryonegaran

Bisa dinamakan kampung Suryonegaran dikarenakan dahulu kala merupakan tempat tinggal abdi dalem keraton yang bernama KRT Suryonegoro. Kata Suryonegoro sendiri berasal dari kata “ Suryo” yang memiliki arti matahari serta “negoro” berarti negara. Jadi nama tersebut memiliki arti matahari bagi negara / kerajaan. Kampung Suryonegaran berada di wilayah kelurahan Bumijo, Jetis, Yogyakarta.

Menarik juga ya jika dilihat dari sejarah dan ditelisik lebih lanjut asal muasal nama kampung di Jogja. Dalam agenda paket wisata Jogja bertema sejarah dan budaya sebenarnya cocok juga untuk mengeksplorasi kampung satu persatu yang erat kaitan dengan Kraton. Selain itu, nama abdi dalem yang diabadikan untuk penamaan tempat, ada lagi nama kampung yang diambil dari keahlian prajurit. Setiap prajurit yang ditugaskan di Kraton Jogja pada masa dahulu, tentu memang sangat kompeten dan ahli. Masing-masing keahlian tersebut bisa menjadi profesi yang kemudian dibutuhkan jasanya untuk Kraton Jogja. Kita simak lagi beberapa keahlian prajurit yang dijadikan sebagai nama- nama kampung di Jogja.

Adapun Nama Kampung Yang Didapat Dari Nama Keahlian Para Prajurit Keraton

1. Keparakan

Kampung Keparakan dibagi atas dua bagian yaitu keparakan tengen ( kanan ) dan keparakan kiwo ( kiri ). Dahulu keparakan merupakan tempat tinggal para abdi dalem yang bertugas menata busana para prajurit (Keparak Tengen) serta membuat berbagai macam senjata, mengajari penggunaan senjata, serta tempat untuk latihan berlatih perang (Keparak Kiwo). Hingga saat ini keparak tengen mendomisili daerah Keparakan Lor dan  Kidul ( di kelurahan Keparakan, kecamatan Mergangsan ) sedangkan keparak kiwo mendomisili daerah Minggiran ( berada di wilayah kelurahan Suryodiningratan, kecamatan Mantrijeron ).

 

2. Kampung Pandeyan

Next, kampung Pandeyan merupakan tempat tinggal abdi dalem yang memiliki tugas untuk membuat peralatan dari bahan besi atau pandhe besi. Kampung ini berdekatan dengan dalem Suryoputran tepatnya berada di sebelah timurnya. Secara administratif kampung tersebut masuk ke dalam wilayah kelurahan Panembahan. Kecamatan Keraton.

 

3. Gowongan

Kampung ini diyakini oleh masyarakat bahwa dahulu tempat tersebut merupakan tempat tinggal para abdi dalem gowong, yakni ahli bangunan dari kayu. Kawasan gowongan dibagi menjadi dua yaitu Gowongan Lor dan Gowongan Kidul. Kampung Gowongan berada di wilayah kecamatan Jetis, Yogyakarta.

 

4. Kampung Gerjen

Kampung Gerjen dahulu kala merupakan tempat tinggal abdi dalem yang memiliki tugas menjadi seorang tukang jahit keraton. Abdi dalem yang bertugas menjadi tukang jahit disebut dengan gerji. Kampung tersebut berada di timur kampung Suronatan. Kampung Gerjen termasuk kedalam wilayah kelurahan Ngupasan, kecamatan Gondomanan.

 

5. Ngampilan

Saatnya mengunjungi kampung Ngampilan, jadi kampung ini merupakan tempat pemukiman para abdi dalem pembawa perlengkapan upacara ( pedang, panah, dan tombak ). Tidak hanya itu kampung ini juga terdapat dalem pangeran atau Mangkuningratan, tempat tinggal GBPH Mangkuningrat yang merupakan putra ke – 13 Hamengku Buwono VIII dari garwa BRAy Pujoningdiah.

 

6. Dagen

Kampung selanjutnya adalah kampung Dagen. Awalnya kampung ini merupakan tempat tinggal abdi dalem yang memiliki keahlian undhagi atau tukang kayu. Kampung ini berada di sebelah utara Kampung Pajeksan. Pajeksan sendiri konon merupakan kampung tempat berkumpulnya abdi dalem yang ditugaskan dalam hal kejaksaan.

 

7. Kampung Siliran

Kampung siliran ini merupakan kampung tempat tinggal abdi dalem silir yang memiliki tugas mengurus lampu keraton. Letaknya berada di sebelah timur kampung Langenarjan.

 

8. Kenekan

Kampung Kenekan merupakan tempat tinggal abdi dalem dari kenek kereta keraton atau abdi dalem yang bertugas membantu sais kereta. Letak ini berada di timur Plengkung Tarunasura. Berlokasi di kelurahan Panembahan, kecamatan Keraton.

Wiuhh banyaknya kampung – kampung diarea Jogja yang namanya didapat dari nama prajurit keraton. Tak salah pilih bawasannya Jogja dijadikan sebagai salah satu kota berbudaya di Indonesia. Kekayaan budaya Jawa khas Kraton nya memang sangat beragam dan unsur Kraton masih bisa terasa sampai kini melalui penamaan tempat-tempat bersejarah.  Sebenarnya masih banyak sejarah – sejarah yang bisa digali ketika Anda mengunjungi Jogjakarta. Tidak akan habisnya jika Jogja ditelusuri hanya dengan satu hingga dua hari. Jangan lewatkan agenda wisata dalam paket wisata Jogja yang akan kalian jalani nanti.

 
© Jogjakartour.com I Tour and Travel Terbaik Jogja