Kota Jogjakarta atau yang dikenal dengan kota gudeg ini merupakan kota yang mempunyai destinasi wisata yang beragam. Mulai dari destinasi wisata alam, wisata buatan, wisata seni, wisata budaya, bahkan hingga wisata religi lho. Untuk kalian yang ingin mengunjungi wisata religi, kalian bisa mengunjungi Masjid Gede Kauman. Tidak sedikit memang yang mengunjungi masjid tertua kedua di Jogja ini. Terutama saat bulan puasa tiba karena banyak dicari referensi ngabuburit di sore hari. Tidak sedikit juga wisatawan yang menikmati paket wisata Jogja saat bulan puasa. Tujuannya mereka ingin menikmati nuansa ramadhan di Jogja beserta safari tarawih di malam harinya.
Masjid Gede Kauman merupakan salah satu masjid tua yang ada di Indonesia dan masjid ini merupakan bangunan bersejarah dalam tonggak berdirinya islam di Yogyakarta. Masjid ini berada disebelah barat alun-alun utara Jogjakarta. Lebih tepatnya masjid ini berada di Kelurahan Ngapusan, Kecamatan Gondomanan Jogjakarta. Bagi wisatawan yang berkunjung di tempat ini, anda akan melihat ornament-ornament tempat ibadah umat islam yang dibentuk secara ke-Jawaan. Tentunya wisata masjid Gede Kauman ini memiliki filisofi dari setiap arsitektur yang ada. Untuk kerangka atap pada Masjid tersebut tidak di dominasi kubah akan tetapi didominasi arsitektur Jawa, atapnya bermodel tumpang tiga. Model ini menyiratkan makna filosofi jawa yaitu kesempurnaan hidup dapat dicapai dengan tiga fase yaitu syariat, makrifat, dan hakekat. Dan mustakanya memiliki makna yaitu orang yang mempunyai kelebihan atau keistimewaan jika telah melampaui tiga tingkat tadi.
Makam Nyai Ahmad Dahlan Berada Disekitar Masjid Kauman
Disekitar Kawasan Masjid Gede Kauman ini juga terdapat pondok pesantren, didepan bangunan pondok terdapat Gapura Semar Tinandhu. Sementara dibagian depan masjid ini terdapat sepasang pagongan gamelan sekaten. Sekeliling Masjid Kauman ini dikelilingi oleh pager tembok. Sementara di utara sisinya dijadikan sebagai tempat tinggal abdi dalem penghulu atau kerap disebut dengan dalem pengulon. Dan untuk disebelah baratnya terdapat makam Nyai Ahmad Dahlan.
Luas dari serambi masjid kauman ini sekarang lebih besar dua kali lipatnya dibandikan sebelumnya. Serambi ini dipergunakan untuk mengurus masalah sosial kemasyarakatan yang dilambangkan dengan profil delapan buah nanas yang mengantung. Serambi masjid ini terdiri dari dua lantai dengan bagian penyangga yang berbeda. Dan semua tiang masjid memiliki alas dari batu. Dalam setiap reliefnya dan kaligrafi pada tiang masjid ini mengandung makna kehidupan beragam di tanah Jawa. Selain itu juga terdapat buah labu atau waluh yang ada disetiap pilar pagar dan pintu gerbang, yang digunakan sebagi media untuk mengingatkan kita kepada Allah.














































