
Berwisata sering menjadi pilihan banyak orang untuk menghabisakan waktu mereka untuk liburan. Tujuannya untuk merefreshkan kembali pikiran dari rutinitas sehari-hari serta berbagai alasan lainnya. Kegiatan wisata tentunya akan membuat orang-orang merasa senang saat melakukannya. Mengunjungi destinasi wisata dengan daya tarik yang ada serta dapat menikmatinya. Biasanya kegiatan wisata dilakukan oleh rekan-rekan dekat, keluarga, maupun kelompok maupun group. Diantara jenis wisatawan dari mereka tentunya mereka bisa menggunakan Paket Wisata Jogja untuk memudahkan jalannya wisata. Paket wisata lebih diminati karena dalam paket tersebut sudah include beberapa kebutuhan. Seperti hotel, transport, tiket bahkan makan. Makanan yang merupakan menu peserta wisata akan dibooking dan disiapakan. Sehingga ketika tiba di resto, peserta tour dapat langsung menikmatinya tanpa menunggu.
Travel Agent akan memberikan komponen wisata lengkap untuk mereka. Salah satunya adalah Restaurant, dimana mereka akan melakukan lunch time atau dinner secara bersama. Pemilihan resto ini diseleksi oleh Travel Agent yang mengelola. Tentunya akan diberikans sesuai dengan kebutuhan wisatawan rombongan. Ada yang hanya butuh tempat sederhana, ada juga yang sekaligus dengan panggung dan halaman yang luas. Selain itu juga ditentukan oleh anggaran makan dalam budget wisatanya. Serahkan pada travel agent berpengalaman, karena mereka yang akan memesan dan menyiapkannya di resto.
Resto sebagai salah satu komponen wajib dalam fasilitas paket wisata Jogja untuk rombongan. Komponen inijuga harus memberikan pelayanan yang baik dan berkualitas demi menciptakan tour yang menyenangkan. Makan adalah kebutuhan naluri manusia setiap hari yang harus dipenuhi. Dalam keadaan apapun bekerja atau bahkan sedang berwisata sekalipun. Lalu bagaimana cara membuat hal tersebut bisa terpenuhi?. Nah, artikel ini akan membahas semua itu dalam bentuk Tips Mengatur Menu Untuk Peserta Wisata.
8 Tips Mengatur Menu Makan Peserta Wisata
1. Nasi Sebagai Menu Utama
Tips pertama ini adalah tips yang wajib dilakukan, yaitu dengan adanya menu makanan pokok bagi peserta wisata. Saat melakukan kegiatan wisata, tentunya akan membuat para peserta mengeluarkan banyak tenaga dan energi. Selain tenaga dan energi, waktu yang digunakan juga terbilang lama dan panjang. Dan untuk mengisi kembali energi yang sudah terkuras selama kegiatan wisata. Menu makanan pokok nasi harus ada pada menu makan mereka. Tidak mempedulikan mengenai jenis tour yang dilakukan, namun menu makanan ini tentunya juga sudah menjadi makanan pokok sehari hari.
Nasi harus diberikan juga pada menu untuk peserta wisata. Selain itu nasi adalah karbohidrat yang pastinya akan membuat wisatwan lebih merasa kenyang dan lebih ber energi. Jika dalam tour ingin menggunakan menu kuliner khas daerah non nasi , setidaknya ada diantara waktu jam makan terdapat menu makanan pokok ini. Kecuali bagi sedikit wisatawan yang vegetarian dan tidak makan nasi. Maka travel agent akan meminta resto untuk menyiapkannya secara khusus.
2. Terdapat Beberapa Varian Lauk, Disertai Sayur
Tips kedua adalah mengenai lauk – pauk. Dari para peserta wisata, ada kalanya dari mereka mempunyai beberapa elergi atau bermasalah dengan beberapa jenis lauk. Untuk menghindari hal tersebut, menu dapat disediakan setidaknya ada 2 jenis lauk. Jika peserta mempunyai masalah pada satu jenis lauk, setidaknya masih terdapat lauk yang lain untuk dimakan. Ada ayam dan ikan yang biasa menjadi menu utama lauk di menu makan wisata. Sebab menu ini sudah akrab dan tidak asing bagi lidah Indonesia. Mereka yang tidak suka ikan bisa memilih ayam dan sebaliknya.
Selain itu, jangan lupa memberikan sayur sebagai bagian penting makanan yang penuh nutrisi dan vitamin. Ada ca kangkung, capcay, atau sayur tumis lainnya yang dirasa cocok untuk lidah wisatawan. Setelah sayuran tumis jangan lupa memberikan soup atau makanan berkuah. Hal ini mengantisipasi agar wisatawan tidak tersedak ketika makan. Soup adalah menu standar yang cukup bisa diterima semua kalangan. Jika perlu sediakan menu kuah lainnya yang dirasa cocok.
3. Sentuhan Pedas, Ciri Khas Masyarakat Indonesia
Pada tips ketiga akan mempengaruhi mereka untuk kenyang atau tidaknya mereka saat makan. Bumbu bisa menjadi faktor mereka untuk menghabisakan makanan tersebut atau tidak. Maka dari itu bumbu yang digunakan dalam penyajian menu untuk peserta wisata . Penting sekali untuk tidak terlalu menggunakan bumbu pedas yang berlebihan. Meskipun pedas bisa menjadi menu rasa fovorit bagi beberapa peserta. Namun hal ini dilakukan unuk lebih memberikan kenikmaan untuk semua peserta khusunya mereka yang tidak menyukai menu pedas.
Selain itu bisa menghindari lauk maupun sayur yang tidak dimakan karena bermasalah pada rasa pedas. Masalah pada perut mereka juga dapat terhindari, apalagi mereka adalah peserta yang sedang melakukan kegiatan wisata. Ini akan menjadi hal yang mengganggu dan merepotkan banyak orang lainnya nanti. Mungkin penggunakan sambel bisa menjadi solusi. Sebaiknya memasak dengan rasa normal, dan siapakn sambel agar dapat digunakan bagi para pecinta pedas.
4. Siapkan Pilihan Minuman
Tips ke empat bisa diterapkan dnegan menyediakan beberapa jenis minuman. Teh memang menjadi jenis minuman yang sering digunakan pada menu untuk peserta wisata. Untuk membuat membuat peserta lebih nyaman, lebih baik perlu ditambahkannya jenis lain yaitu sperti sirup atau air putih. Dari mereka tentunya kan membutuhkan air putih sebagai minuman yang menjadi pokok setelah makan berat. Peserta bebas mengambil pilihan teh atau mineral yang ada. Akan tetapi jika menghendaki minuman lain seperti jus misalnya, wisatawan bisa diminta untuk membayar sendiri.
5. Sediakan Buah Potong Segar
Semangka menjadi pilihan yang tepat untuk dijadikan buah pencuci mulut bagi para peserta tour. Buah ini memiliki kandungan air yang banyak. Sehingga akan lebih menyegarkan mereka setelah makan. Selain itu, semangka juga bisa menjadi pengganti air putih jika memang dalam tempat makan tersebut hanya menyediakan teh sebagai menu pada minuman untuk peserta. Buah sebaiknya memang di makan di awal sebelum makanan berat. Akan tetapi kebanyakan kita tidak mengetahui aturan yang semestinya tersebut.
6. Penyesuaian Selera Lidah Sesuai Geografis
Indonesia ini adalah negara kepulauan dengan banyak suku yang ada. Sehingga satu daerah dengan lainnya bisa jadi memiliki selera berbeda tentang makanan. Orang-orang dari Jawa Timur lebih menyukai makanan pedas dan manis. Sedang orang Jogja dan Jateng cenderung menyukai makanan yang agak manis. Sedangkan Sunda, adalah penyuka sayur mentah dan hijau. Untuk masyarakat Sumatera biasanya adalah pedas dan asin. Hal inilah yang bisa dijadikan pertimbangan dalam memiliki menu wisata yang tepat. Sebab kecocokan lidah ini satu dengan lainnya berbeda. Hendaknya bagi tour planner dapat memahami hal ini.
7. Perimbangan Buffet atau Mealbox?
Nah tips kali ini berhubungan dengan cara penyajiannya. Ada faktor-faktor tertentu yang mengharuskan buffet dan ada pula faktor yang mengharuskan mealbox. Sebagai contoh, untuk layanan menu makan kelas VIP tentu lebih cocok disajikan dengan model buffet. Sedangkan study tour siswa, mealbox lebih sering digunakan. Penyajian melabox tidak mesti karna budget yang minim, namun bisa juga karena faktor keadaan. Misalnya, waktu kepulangan menggunakan kereta pukul 17.00 WIB. Dan sangat dimungkinkan saat waktu makan malam masih ada di kereta. Melabox bisa menjadi solusi yang tepat untuk peserta wisata.
8. Halal
Hmm,.. Yakin mau mengabaikan hal ini? Kita rasa bagi kaum muslim pasti akan serentak menjawab bahwa mereka menginginkan makanan yang halal. Dari semua tips di atas, semua dirangkum dalam kehalalan. Makanan yang halal dan baik akan memberikan kebaikan pula bagi tubuh. Dan bagi travel agent, akan menjadi tanggungjawab untuk menyajikan makanan yang halal. Semoga ini dapat menjadi perhatian kita semua. Termasuk saat wisata kuliner secara mandiri dan membeli makan di obyek-obyek wisata.
Nah itulah beberapa Tips mengatur menu peserta wisata. Waktu makan juga akan mempengaruhi jalannya kegiatan wisata yang berlangsung. Mengingat energi menjadi bagian penting dalam melakukan kegiatan wisata. Pastinya menu yang diberikan kepada peserta harus mengenyangkan dan terasa nikmat. Apabila perjalanan menuju ke destinasi wisata cukup panjang dan menabrak waktu makan, ada solusinya. Yakni dengan cara mengganjal nya dahulu dengan fasilitas snack. Selain itu, jangan lupa untuk memilih resto yang terdekat dan fasilitas yang baik dan juga rasa yang enak. Hal inilah yang menjadi pertimbangan pengatur wisata untuk mengelola jadwal wisatanya.

