PT. EKSOTIKA INDONESIA INVESTA - TOUR ORGANIZER     (0274) 2810683        jogjakartour@gmail.com              0853-2919-6777        0878-3719-6777

Era Baru Industri Pariwisata (New Normal Tourism)

wisata new normal

Tak dapat kita pungkiri, bahwa biro perjalanan juga travel agent menjadi bisnis yang terdampak cukup besar karena adanya pandemi virus corona. Travel Agent sendiri merupakan suatu usaha bisnis yang mempunyai tujuan untuk menyiapkan suatu perjalanan bagi orang-orang yang merencanakan untuk mengadakannya. Pembatalan traveling atau paket tour yang telah disepakati juga dilakukan oleh sebagian besar klien. Mengingat adanya penerapan lockdown dibayaknya negara dan wilayah di Indonesia. Kendati tersebut, kini biro perjalanan mulai mempersiapkan strategi untuk kembali bangkit ketika situasi membaik usai adanya pandemi virus corona ini. Dikenal dengan era wisata new normal.

Meskipun belum diketahui kapan pandemi akan berakhir dan masyarakat mulai leluasa pergi. Akan tetapi biro perjalanan serta travel agent telah optimis menyambut masa depan dengan protocol keamanan. Sehingga era baru wisata akan dimulai dengan penerapan new normal dan protokoler perjalanan.

Meskipun jika dilihat dari perkembangan covid19 di Indonesia yang terus naik, aktivitas travel belum tahu kapan bisa normal kembali. Namun, kita akan memulai sejak dini dengan kampanye. Yakni mulai dengan memberlakukan protokoler kesehatan di beberapa destinasi wisata dan selama perjalanan. Inilah era baru pariwisata di kehidupan normal yang baru.

Kampanye ini berisi tentang pesan untuk tetap di dalam rumah demi menjaga kesehatan dan keamanan diri. Kendati demikian, tetap ada pesan optimis bahwa semua bisa kembali beraktivitas normal, terutama bepergian ketika situasi sudah kembali pulih.

Tetap Optimis Bahwa Industri Wisata Akan Bangkit Setelah Pandemi

Semua optimis bahwa industri pariwisata bisa bangkit, karena peranan besarnya dalam roda ekonomi dunia. Bahkan, Google dan Temasek memprediksi pasar industri online travel akan tumbuh menjadi 78 miliyar dolar AS pada tahun 2050 di Asia Tenggara.

Pulihnya industri pariwisata dari wabah virus corona, pasti akan membutuhkan waktu lebih lama. World Travel & Tourism Council memperkirakan butuh waktu sekitar 10-35 bulan usai pandemi berakhir untuk pariwisata kembali pulih.

Jika pandemi berakhir pada bulan September, maka diperkirakan industri pariwisata dapat pulih paling cepat awal tahun 2021. Kita berharap semua dapat kembali normal secepatnya. Kendati tersebut, travel agent kini mulai mempersiapkan pendekatan dan strategi baru untuk industri pariwisata kedepan. Lalu apa saja pendekatan baru yang dilakukan oleh para pelaku industri pariwisata akan kami rangkum dalam ulasan berikut!.

Mempersiapkan Diri Dengan Segala Kemungkinan

Teman-teman travel agent pasti juga tengah mempersiapkan hal apa yang akan dilakukan setelah pandemi mereda. Mengingat usai pandemi, liburan wisatawan akan memuncak, maka pastikan bahwa kita sudah ready.

Jika ada calon klien yang menghubungi untuk menyakan hal yang lebih pasti, pastinya kita juga harus memperbaiki pelayanan customer care request. Hal terbaik yang akan membuat pelanggan merasa tertarik dengan travel agent kita. Bisa saja mereka juga tengah menyiapkan rencana perjalanan mereka esok hari ketika keadaan aman.

Produk Paket Wisata Baru Dengan Pilihan Destinasi Yang Aman

Persiapan produk wisata baru dengan prioritas yang aman pasti menjadi pilihan yang paling diinginkan wisatawan. Terlebih, adanya pandemi ini juga mengubah tatanan kehidupan kita yang lebih mengutamakan tentang kesehatan, kebersihan, dan keamanan.

Destinasi wisata juga menjadi topik penting untuk wisatawan. Dimana setelah berandai-andai liburan selama di rumah, akhirnya keinginan mereka terwujud juga. Destinasi wisata alam nan hijau, menyejukkan, terlebih dalam suasana perdesaan pasti menarik minat para wisatawan. Seperti halnya mengunjungi destinasi wisata petualangan dalam paket wisata Jogja after corona.

Bisnis dan weekend trip diprediksi akan bergerak lebih dulu. Mengingat masyarakat yang mungkin kakinya sudah ‘gatal’ untuk jalan-jalan. Di sisi lain juga mengingat pemasukan yang banyak berkurang selama di rumah aja. Dan short trip akan jadi segment bagi para wisnus atau wisatawan nusantara. Selain itu juga, wisatawan lokal lebih dianjurkan untuk berwisata di daerahnya masing-masing. Alih-alih wisatawan dari luar kota, yang cenderung lebih rentan terhadap paparan covid19.

Platform Online Jadi Kesempatan Untuk Gali Potensi

Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mengatakan bahwa sektor pariwisata harus bersiap menghadapi era digital usai pandemi. Menurutnya, kebiasaan masyarakat yang sering menggunakan platform online dimasa pandemi ini dapat menjadi kesempatan untuk menggali era digital. Untuk menghadapi era digital, Industri Pariwisata harus memahami analisis SWOT.

Dari sini, kita sebagai travel agent dapat mengetahui hal apa sih yang tidak oleh platform digital luar dan dimiliki kita, begitu juga sebaliknya. Kita bisa membuat list, apa saja kekuatan dari travel agent agar kita dapat membangun platform digital dengan inovasi baru yang lebih baik.

Kendati tersebut menjadi salah satu cara supaya travel agent dapat bertahan. Terlebih nantinya saat terjadi lonjakan pariwisata ketika pandemi berakhir. Wishnutama juga menjelaskan bahwa lonjakan ini dimaksimalkan untuk pasar wisatawan domestik atau nusantara. Kemudian secara bertahap akan diikuti dengan lonjakan dari wisatawan mancanegara.

Darisini, teman-teman travel agent selama di rumah aja dapat bersama untuk diskusi dan mencari ide strategi digitalisasi.

Prepare Liburan Ke Jogjakarta, yuk!

Jogja kembali saat corona pergi! Siapa nih yang udah rindu Jogja dan ingin lagi menikmati paket wisata Jogja pilihan bareng keluarga?

Yuk, rencanakan waktu liburanmu bersama Jogjakartour travel agent terbaik telah dipercaya lebih dari 1000 klien perusahaan ternama di Indonesia. Tak perlu ragu, Jogjakartour akan mengajak kamu melepas lelah sambil mengeksplor indahnya kota Jogja di setiap sudut terbaiknya. Ada banyak pilihan paket wisata Jogja yang bisa dinikmati setelah corona usai.

Nah, disini kita punya 3 rekomendasi destinasi wisata populer Jogja untuk pilihan paket wisata kamu!.

1. Jeep Lava Tour Merapi

Ingin merasakan sensasi berpetualang menjelajah sisi indah Merapi? Nah, Jeep Lava Tour Merapi ini jadi pilihan paling pas, deh. Sambil naik mobil jeep dan melewati setiap jalan setapak sampai jalan berbatu  yang sukses bikin jiwa kamu terguncang. Hehe, bercanda deh.

Apalagi pemandangan alam menakjubkan yang akan menemani setiap detik perjalanan kamu, pokoknya nyesel kalau nggak nyoba. Destinasi ini jadi tempat wisata Jogja yang mengandung unsur petualangan.

2. Puncak Becici dan deretan Hutan Pinus Imogiri

Siapa sih yang belum tahu tempat wisata populer Jogja yang satu ini?. Apalagi, cantiknya destinasi ini mampu memikat hati seorang Bapak Obama, lho. Hawa nan sejuk bersama rimbunan pohon pinus menjulang, cocok untuk kamu yang rindu udara segar sekaligus memanjakan mata. Puncak Becici berlokasi di ujung selatan Jogja dengan deretan hutan pinus yang menyegarkan mata.

3. Goa Pindul

Berpetualang ke goa yang penuh dengan air sampai kedalaman 11 meter? Pernah mencoba?. Kalau belum, wajib banget deh buat kesini. Disini kamu akan diajak menelusuri gua berair yang sukses bakal bikin kamu kagum. Dengan eksotisnya dinding gua yang dihiasi dengan stalakmit dan stalatitnya, juga sejumlah kelelawar yang tengah bergelantung asyik di langit-langit gua.

Oke, demikian pembahasan mengenai travel agent dan strategi pendekatan yang dilakukan untuk industri pariwisata di masa depan. Wabah virus corona memang sangat berdampak bagi industri pariwisata. Akan tetapi, dengan semangat dan solidaritas para pelaku wisata, mereka tetap optimis jika pariwisata akan bangkit setelahnya. Ketika kondisi mulai membaik, masyarakat mulai bebas, liburan kembali melonjak, pariwisata akan berjaya.

Stay healthy, guys!

 
© Jogjakartour.com I Tour and Travel Terbaik Jogja