A. Pengertian Hotel Syariah dan Hotel Konvensional
Berwisata dimanapun tidak akan bisa lepas dari salah satu komponen pendukung wisata yakni akomodasi atau fasilitas penginapan atau hotel. Akhir-akhir ini, wacana halal tourism mulai diboomingkan dan karenanya, mulai dilirik juga hotel syariah yang ada untuk mendukung wisata halal ini. Sebab, dalam wisata halal tentunya diperhatikan pula faktor hotel atau akomodasi ini apakah sesuai dengan nilai-nilai islami atau tidak. Dari sinilah kita bisa membedakan pilihan hotel yang ada yakni konvensional ataupun syariah. Dilihat dari namanya saja, kita pasti sudah bisa membayangkan bagaimana konsep hotel syariah itu. Jika hotel konvensional kita tentu sudah banyak melihat dan mengerti seperti apa pada umumnya. Nah agar lebih jelasnya, kita akan sedikit mengupas apa saja yang menjadi pembeda antara hotel konvensional dan hotel syariah itu.
1. Definisi Hotel
Dalam pariwisata, tentu istilah hotel sudah tidak asing lagi. Karena hotel merupakan salah satu akomodasi yang masuk dalam fasilitas dan pelayanan sebuah industri pariwisata. Oleh karenanya definisi hotel telah dirumuskan oleh pemerintah melalui Keputusan Menteri Pariwisata Pos & Telekomunikasi No. KM 94/HK.103/MPPT-1987, yakni: Hotel adalah salah satu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa pelayanan penginapan, makan dan minum serta jasa lainnya bagi umum, yang dikelola secara komersial, serta memenuhi ketentuan persyaratan yang ditetapkan.
2. Definisi Hotel Konvensional
Hotel konvensional adalah perusahaan jasa akomodasi penginapan yang sistem kerja dan pelayanannya mengukuti standar umum yang telah diterapkan sesuai standar perhotelan. Standar perhotelan biasanya mengacu pada standar internasional yang sifatnya umum atau general.
3. Definisi Hotel Syariah
Hotel syariah adalah perusahaan jasa penginapan yang dikelola dengan konsep dan standar islami. Jadi dalam hotel syariah ini yang perlu digaris bawahi adalah “dikelola dengan konsep dan standar islami”. Tentu pengelolaan berstandar islami itu terdiri dari banyak lini. Mulai dari pengelolaan manajemen perusahaan, pelayanan, fasilitas, makanan, minuman, dan lain sebagainya. Dalam hotel syariah juga tidak bisa lepas dari standarisasi MUI, dimana MUI adalah majelis yang berwenang memberikan sertifikasi halal, khususnya untuk food and beverage.
a. Konsep dan Ciri-ciri Hotel Syariah
1). Aspek Produk
a). Hotel Syariah menyediakan makanan dan minuman yang halal di Departemen F & B nya (Food & Beverage ) dan telah mendapat sertifikat Halal MUI.
b). Tidak didapati minuman beralkohol yang ada di dalam kamar, pantry dan resto hotel juga produk olahan babi, wine dan sejenisnya.
c). Produk hotel syariah diatur agar tidak mengandung hingar bingar dan konten pronografi dan pornoaksi yang jauh dari nilai- nilai islam.
d). Tidak tersedia Bar dan sejenisnya beserta dengan produk-produk yang menyertainya.
e). Jika terdapat kolam renang harus tertutup dan terpisah antara laki-laki dan perempuan.
f). Apabila terdapat Spa di hotel Syariah, akan dikelola dengan standar Syariah seperti Salon Muslimah dan Syariah.
2). Aspek Pelayanan
a). Setiap tamu yang check-in dibatasi dan diteliti dengan baik apakah Mahram atau non mahram dengan standart syariah
b). Di dalam kamar tersedia Alquran dan alat lengkap untuk beribadah seperti Mukena, sajadah dan sarung serta sign petunjuk arah kiblat.
c). Di setiap rest room terdapat air yang cukup untuk bersuci, buang air kecil maupun mandi. Bukan hanya tissue saja yang kurang afdhol untuk bersuci.
d). Suasana kondusif dan tidak ada hingar bingar, bahkan lebih sering didengarkan Murrotal Alquran di setiap sudut dan room hotel
e). Pelayanan Ramah dan Murah senyum dengan Front Office dan Staff nya yang berhijab rapi.
f). Informasi mengenai masjid terdekat akan dengan mudah bisa diakses di Front Office.
g). Tamu yang menginap bisa meminta receptionist untuk mengingatkan waktu-waktu shalat dan layanan berbuka di kamar.
h). Seringkali direminder dengan Adzan di waktu-waktu shalat melalui speaker yang ada dipasang di sudut-sudut hotel
i). Backsound yang diputar dengan lagu-lagu islami atau murrotal dan nasyid yang sejenisnya
3). Aspek Pengelolaan
a). Seluruh Staff dan karyawan hotel menggunakan pakaian yang tertutup dan berhijab bagi yang perempuan
b). Seringkali hotel syariah akan menggunakan sistem yang tidak melanggar dalam akad jual beli seperti suap dan lainnya
c). Pengelolaan saham dan lainnya serta model investasi nya sesuai dengan nilai- nilai syari dan asas islami
Jadi itu tadi bedanya hotel konvensional dan hotel syariah terletak pada standarisari. Hotel konvensional menggunakan standar umum dan general sedangkan hotel syariah menggunakan standar syariah yang telah diterapkan oleh hukum islam yang akan membawa lebih banyak manfaat dan kebaikan.
b. Hotel Syariah di Jogja
Demikian, berbagai perbedaan hotel syariah dan hotel konvensional yang secara mencolok dapat kita lihat dan rasakan. Apabila menginginkan nuansa yang islami dalam agenda trip anda maka pilih hotel syariah tentu akan lebih nyaman. Khususnya jika mengambil paket tour Jogja, Anda juga boleh request hotel syariah di jogja. Ada beberapa hotel syariah di jogja, meskipun berada di pusat kota, seperti: Hotel Sofyan Inn yang berada di area Malioboro, tepatnya di selatan Stasiun Tugu Jogjakarta. Seperti Hotel Sofyan Inn Jakarta, yang memang sebagai Leader atau pelopor berdirinya hotel syariah di Indonesia. Hotel Sofyan Inn ini juga menerapkan standar check in tamu sesuai dengan nilai-nilai syari. Dimana yang muhrim dan ber ktp suami istri lah yang bisa menginap dalam satu kamar. Jika jelas-jelas melanggar nilai syari, maka akan tertolak untuk menginap di hotel ini.
Menjual hotel Syariah memang tidak semudah hotel konvensional karena segmen pasarnya lebih terbatas dibandingkan yang umum. Akan tetapi bukan berarti Hotel Syariah tidak mempunyai prospek yang bagus. Ke depan akan mulai bermunculan dan dibutuhkan adanya hotel-hotel syariah untuk mendukung digalakkannya paket wisata halal yang memberi kenyamanan pada umat muslim. Tentu, hotel syariah ini bukan hanya nyaman untuk tamu muslim saja karena jikapun ada tamu non muslim asal tidak melanggar batas-sekiranya masih bisa diterima. Dan benar saja, jika belum sepenuhnya sebuah hotel menerapkan prinsip syari nya ada beberapa hotel yang sedikit berbenah. Hotel-hotel ini menerapkan sebagian konsep islam atau syari nya tapi belum secara keseluruhannya. Biasanya kita kenal dengan sebutan Halal Hotel atau hotel yang cenderung kepada syari tetapi belum 100 persen syariah.
C. Hotel Halal Jogja Area Malioboro & Tugu Jogja
Halal hotel jogja yang ada di area Malioboro adalah Pesonna hotel Maliboro dan Pesonna hotel Tugu. Keduanya memang hotel BUMN yang ada dibawah pengelolaan Pegadaian Syariah. Dalam halal hotel ini memang belum diterapkan mekanisme check in berdasarkan konsep syari, tetapi masih mengikuti standar Internasional. Dalam makanan nya, juga sudah halal dan non alkohol tentunya. Bukankah ini sebuah kabar baik dimana kita merasa aman dapat menikmati hotel berbintang dengan standart Internasional di area Malioboro dan non alkohol. Tentu bagi muslim yang taat, pilihan hotel dengan cermat akan mulai diperhatikan apakah ada kandungan Alkohol atau tidak dalam layanan hotel yang ada.
Well, wisata halal Jogja tidak perlu takut karena sudah banyak tersedia halal hotel mau yang di area Malioboro atau tidak. Kuliner khas nya Jogja kebanyakan juga cenderung aman dan halal. Pastikan mengecek terlebih dahulu apakah resto atau warung makan tersebut menyajikan babi atau wine dan sejenisnya. Wisata Halal dengan hati tenang dan nyaman sebab sesuai tuntunan.


