Sampah adalah salah satu masalah sosial yang jika dibiarkan akan berdampak pada bencana. Sampah yang menumpuk dan menggunung tidak hanya akan menimbulkan bau menyengat. Jika dibiarkan saja, sampah tersebut bisa menjadi endemik berbagai penularan penyakit yang mematikan. Sampah, adalah bagian dari kehidupan yang tidak akan terpisahkan. Selama masih ada kehidupan manusia di bumi ini, kita akan tetap menemui adanya sampah setiap hari.
Karenanya, edukasi mengenai sampah ini terus digalakkan pemerintah maupun pemerhati sosial. Adanya gerakan hijau dan cinta lingkungan menjadi upaya pencegahan yang dilakukan untuk menyeimbangkan alam. Sebab sampah yang berserakan di mana-mana menyebabkan banjir ketika musim hujan tiba. Adanya dampak banjir ini bisa diminimalisir oleh adanya penghijauan dan ditanamnya pohon-pohon besar yang berfungsi menyerap air tanah.
Wisata Edukasi Sampah
Edukasi terus menerus dilakukan hingga kesadaran masyarakat semakin tinggi. Bagaimana caranya masyarakat faham untuk mengurangi penggunaan sampah plastik. Sebab, bagaimanapun jika kita terus menggunakan sampah plastik, kita akan merusak bumi ini. Sampah plastik adalah jenis sampah kimia yang sangat susah diurai tanah. Dibutuhkan waktu jutaan tahun sampai plastik tersebut benar-benar terurai bersih oleh tanah. Karenanya dibutuhkan sebuah media belajar atau sistem edukasi yang menyenangkan tentang ini. Salah satunya melalui agenda wisata edukasi. Yakni wisata sambil belajar mengenai sampah dan pengelolaannya sehari-hari.
Wisata edukasi atau wisata pendidikan adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan dengan aktivitas ajangkarya didalamnya. Wisata ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan dan kreatifitas peserta kegiatan. Jogjakarta sebagai kota pelajar pasti tentunya memiliki beberapa wisata edukasi untuk media pembelajaran diluar kelas. Wisata edukasi sering digunakan dibeberapa study tour SD, SMP, dan SMA/Sederajat. Paket wisata Jogja akan membantu Anda membuat dan menyusun Paket Wisata Edukasi yang terbaik buat Anda. Bagi Anda yang akan berlibur ke jogja dengan wisata edukasi, Anda dapat membaca salah satu artikel tentang wisata edukasi di Jogja tersebut sebagai referensi.
Bank Sampah Sukunan Menjadi Destinasi Wisata Edukasi
Bank sampah sukunan adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah lalu sampah-sampah tersebut dipilah-pilah. Kemudian, hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau pengepul sampah. Salah satu kampung yang sudah membuat bank sampah dengan sistem pengelolaan sampah mandiri ialah Kampung Sukunan, kelurahan Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Jaraknya tidak teralu jauh kalo dari pusat kota Jogja sehingga dapat ditempuh dalam kurun waktu kurang lebih 30 menit.
Awal mula berdirinya bank sampah ini karena para warga prihatin melihat lingkungan sekitar. Lingkungan tempat mereka tinggal semakin lama semakin dipenuhi dengan sampah-sampah. Di sisi lain, warga juga menyadari bahwa sejalan dengan bertambahnya waktu maka kebutuhan manusia semakin meningkat dan bertambah beragam jenisnya. Hal tersebut kalau dibiarkan begitu saja akan menimbulkan pembengkakan volue sampah. Oleh karena itu, sampah perlu dikelola dengan baik agar lingkungan tidak tercemar oleh sampah.
Desa Wisata Sukunan, Menjadi Desa Percontohan
Ide kreatif dari sistem kelola sampah ala Desa Sukunan ini bisa menjadi contoh positif bagi masyarakat diluar dalam memajukan masyarakat dan lingkungan yang berkualitas. Sukunan yang pantas menjadi sebuah kampung wisata telah banyak menjalankan proses pengolahan sampah secara mandiri. Desa wisata edukasi di Jogja ini pun menghasilkan beberapa produk olahan sampah yang memiliki nilai lebih seperti aneka produk kerajinan. Kesemuanya berasal dari sampah plastik (tong sampah yang dihiasi dengan bentuk – bentuk unik, lampion dari botol bekas), kerajinan dari kain perca, kerajian dari plastik kemasan makanan, pupuk kompos dari sampah organik.
Sebagai kampung wisata lingkungan, kampung ini menawarkan beberapa paket wisata Edukasi Jogja dengan nuansa edukasi dan rekreasi, antara lain jalan – jalan berkeiling kampung melihat berbagai potensi yang ada di Desa Sukunan. Selain itu juga melihat teknologi – teknologi yang digunakan untuk sistem IPAL ( Instalasi Pengolahan Air Limbah ), mendapatkan wawasan seputar pemanfaatan air hujan dan kotoran hewan ternak. Serta menikmati pesona eksotisme Desa Sukunan dalam sistem pertanian tradisional dan peternakan, pengolahan kuliner khas Desa Wisata Sukunan ( seperti peyek bayem, peyek belut, jadah tempe, dan emping melinjo ). Olahan makanan tersebut untuk dijadikan oleh – oleh ciri khas desa Sukunan. Kita juga bisa melihat langsung proses daur ualng sampah menjadi kerajinan yang bernilai tinggi, serta melihat atraksi khas pedesaan.
Beberapa rumah penduduk Desa Sukunan juga dapat disewa sebagai homestay. Dengan fasilitas ini tentu wisatawan dapat meninap dan turut menikmati daily activity warga desa yng tenang nan damai. Kondisi alam sekitarnya juga menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk menghilangkan kepenatan setelah terus menerus bekerja. Konsep menginap di Desa Wisata Sukunan ini akan mengajarkan banyak hal untuk tamu yang menginap. Mulai dari kesahajaan, kemandirian dan bagaimana bisa bersinergi dengan lingkungan dan alam.
Live in Di Desa Wisata Sukunan
Live in, adalah tinggal menginap di sebuah kawasan wisata yang biasanya berupa desa wisata. Tamu yang memilih paket wisata ini akan terlibat langsung dengan penduduk dalam kesehariannya. Paket wisata Jogja jenis ini sangat cocok untuk kalangan pelajar yang bernilai edukasi lingkungan dan sampah. Sedangkan bagi kalangan perusahaan juga bisa menjadi bagian dari kegiatan desa wisata Sukunan.
Paket wisata Gathering kantor atau perusahaan ada kalanya butuh semacam kesegaran. Tidak melulu mereka harus menginap di hotel dan mendapatkan pelayanan mewah. Ada baiknya jika pilihan juga dijatuhkan pada aktifitas di kampung wisata yang masih alami dan segar. Sehingga paket wisata Gathering Jogja untuk perusahaan bisa memilih tinggal di rumah penduduk. Dilihat dari kondisi sekitar masih sangat tenang dan alami yang berarti bisa menjadikan pikiran lebih segar.
Alasan lain yang bisa menjadi pertimbangan bagi perusahaan untuk tinggal di desa wisata adalah harganya yang murah. Menginap di kampung wisata dalam paket wisata family gathering Jogja akan lebih murah secara biayanya. Sebab, disini fasilitasnya menggunakan rumah penduduk untuk tinggal. Dari sisi ekonomi dan sosial adalah kita bisa terlibat dalam pemberdayaan suatu kawasan desa. Pemberdayaan masyarakat lokal yang akhirnya bisa menambah potensi pendapatan dan ekonomi bagi mereka.
Wuss keren yaa desa yang bisa mengolah sampah sendiri dan menjadi desa wisata yang inspiratif.… Terima kasih telah membaca artikel tentang salah satu wisata edukasi di Jogja. Nah, agar wisata kalian lebih berkesan , makanya ayo buruan segera rencanakan liburan ke tempat ini. Jangan lupa pesan paket tour jogja sekarang juga. Agar wisata kalian berjalan dengan lancar, gunakanlah tour and travel di Jogja untuk mempersiapkan dan merancang paket wisata jogja sesuai dengan keinginan Anda.

