Wisata Jogja: Paket Liburan & Tour Custom

"Couple Honeymoon, Family Trip, Company Gathering"

085-329-196777 (AS)        BBM: 5E5C3FAE / JG196777
087-837-196777 (XL)        WA: 087 837 196777
Email: [email protected]

Konsep Wisata Berkosum Ala Kraton di Makam Raja-raja Imogiri

Pernah mendengar wisata 1000 tangga ini?. Yupss, wisata budaya yang satu ini ialah Makam raja-raja imogiri. Perlu kalian ketahui ya guys sebenarnya tangga yang ada di area makam raja – raja tersebut bukan berjumlah 1000 tangga. Namun agar menyebutnya lebih gampang maka disebut dengan wisata 1000 tangga. Sebab tangga yang ada disana sangat banyak jumlahnya. Meskipun jumlah tangga sebenarnya hanya sekitar 500 tangga saja. Dan satu dengan yang lainnya akan beda menyebutkan berapa jumlah tangga yang dilalui. Bisa jadi karena faktor lelah dalam menaiki tangga atau karena kurang konsentrasi. Tetapi hal inilah yang cukup menarik dan menjadi misteri yang bisa ditemukan di Makam Raja-Raja Imogiri.

Makam raja yang berada di atas bukit dapat dilalui dengan meniti anak tangga yang jumlahnya lumayan banyak. Makam yang berada di atas bukit tersebut di yakini oleh masyarakat Jawa sebagai simbol bahwa gunung atau bukit merupakan status. Sekaligus merupakan upaya untuk lebih mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Makam tersebut memang diperuntukkan untuk sasarehan raja dan kerabat kerajaan Mataram Islam beserta keturunannya.

Letak Makam Raja-Raja

Makam Raja-Raja Imogiri Jogja merupakan makam raja – raja mataram yang terletak di perbukitan imogiri, Bantul. Makam yang terletak tidak jauh dari pusat kota ini dapat ditempuh dalam kurun waktu 30-45 menit. Setelah sampai di area parkir, kamu satu per satu dapat menaiki anak tangga yang mulai terhampar dari area parkir Wisata Makam Raja – Raja Imogiri. Buat kalian yang memiliki niatan untuk menghitung anak tangga disana, silahkan saja dihitung! Hehe. Namun konon setiap orang yang menghitung anak tangga tersebut akan berbeda – beda perhitungannya. Kok bisa ya? Next yaa..

Setelah beberapa langkah menitih melewati tangga yang terhampar kalian akan berjumpa dengan seorang abdi dalem. Abdi dalem Makam Raja – Raja Imogiri yang berpakaian rapi lengkap dengan surjan, bawahan jarik, serta di bagian kepala akan mengenakan blangkon khas Jogja. Para abdi dalem tersebut akan bercerita mengenai makam tersebut menggunakan bahasa Jawa. Beliau juga menginformasikan bahwa makam tidak dapat dikunjungi ketika bulan Ramadhan. Namun para pengunjung dapat mengunjungi area luar makam. Selama kalian menitih tangga dari area perkir menuju tangga utama, sepanjang perjalanan akan disuguhkan dengan berbagai jajanan tradisional serta souvenir khas Yogyakarta seperti keris dan blangkon juga ada lhoo.

Sebelum sampai di tangga yang menjulang ke atas dengan banyaknya kamu akan disuguhkan dengan Masjid Pajimatan. Menurut penduduk setempat, masjid tersebut merupakan salah satu masjid tertua di Jogja. Masjid tersebut tidak memiliki kubah yang terpasang di bagian atapnya, hanya ada sebuah cungkup berbentuk bunga kenanga dari tembaga.

Bangunan Berupa Arsitektur Khas Jawa

Arsitektur Jawa alami seperti bangunan khas Jawa tradisional dengan model limasan dimiliki oleh masjid ini. Di depan masjid juga terdapat abdi dalem yang memakai pakaian yang lengkap serta akan memberikan isyarat untuk mengisi kota infak seikhlasnya. Setelah itu kamu akan melanjutkan untuk menaiki tangga lagi yang sangat jauh. Namun tenang di sepanjang tangga sudah disediakan pegangan tangan yang bisa digunakan agar tidak jauh. Karena tangganya berada di tengah hutan, maka saat berjalan tidak akan kepanasan. Sebab terik matahari akan terhalangi oleh pohon – pohon besar yang menghalanginya. Wah, lumayan juga ya rasa lelah karena menaiki anak tengga tidak akan berasa karena rindangnya. Sehingga ketika kalian sedang wisata di Jogja, usahakan untuk melihat dan menaiki anak tangga ini agar tidak penasaran.

Makam Raja Jogjakarta dan Surakarta

Sesampainya ujung tangga akan ditemui persampingan di mana apabila kalian berbelok ke kanan akan menuju makam raja – raja Yogyakarta. Lalu apabila belok ke kiri akan menuju makam raja – raja Surakarta, sedangkan apabila lurus akan sampai ke makam Raja Mataram. Ketika kalian berjalan lurus disebelah kanan kiri akan ditemui sebuah kolam dengan sejumlah ikan di dalamnya. Kemudian akan ada tangga menuju gapura Supit Urang. Salah satu tangga tersebut berwarna hitam sehingga membedakan anak tangga yang lainnya. Konon menurut cerita, tangga berwarna hitam tersebut merupakan makam dari penghianat kerajaan Mataram yaitu Tumenggung Endronoto. Dia mengakhiri masa hidupnya dengan cara dipancung menjadi tiga yaitu bagian kepala dimakamkan di gapura makam, badannya dikubur di anak tangga menuju Supit Urang serta kakinya di kolam. Tujuan badan Tumenggung dikuburkan di salah satu anak tangga agar diinjak – injak oleh para peziarah makam.

Begitu masuk gapura Supit Urang akan ditemui begitu kental Jawa dengan warna merah pada batu bata. Setelah berjalan lebih menuju pintu gerbang utama dan tembok makam terdapat 4 buah padasan (gentong besar) pusaka yang dulunya didapat Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma. Padasan ini akan dicuci dan diisi airnya setahun sekali di bulan Muharram atau Suro. Oleh sebab itu banyak peziarah yang mendatangi tempat tersebut untuk meminta berkah dari air padasan tersebut.

Busana Tradisional Khas Kraton

Pada hari  – hari tertentu, pengunjung dapat memasuki Makam Imogiri dan mengirimkan doa untuk leluhur dengan mengenakan busana tradisional. Yakni para laki – laki memakai beskap lengkap dengan jarik, sabuk, timang, samir dan blangkon. Sedangkan perepbuan akan memakai baju kemben dan jarik. Keduanya diwajibkan tidak memakai alas kaki atau cekeran (dalam bahasa Jawa). Baju – baju tersebut dapat disewakan di kompleks makam. Yang menarik seperti yang diceritakan oleh para abdi dalem ialah makam Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma selalu beraroma wangi karena tanahnya diambil dari Mekah. Selain itu karena Sultan Agung dalam pemerintahannya dikenal sebagai raja yang arif dan bijaksana.

Walaupun Makam Raja –Raja Imogiri dianggap tempat yang mistis, mengunjungi tempat ini bukan hal yang perlu ditakuti karena akan membuat kalian semakin mengenal para leluhur pendiri Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat. Dengan mengenal sejarah dan budaya kita bisa jadi lebih bijak dan memahami perjuangan para leluhur. Destinasi wisata satu ini sering dimasukkan dalam paket wisata Jogja khusus untuk pelajar. Jenis wisata yang mengandung unsur edukasi, bisa memilih satu tempat ini untuk dikunjungi.

Seperti halnya jika ada para pelajar yang sedang mengambil paket wisata edukasi Jogja dengan agenda menginap di Desa Wisata Kebonagung. Kebonagung merupakan salah satu desa wisata pertanian yang terletak di Imogiri, Bantul. Dekat dengan Makam Raja-raja ini, sehingga paket wisata Live in Desa Kebonagung sering mencantumkan kunjungan ke Makam Raja Imogiri. Karena dekat, paket wisata sepeda lah yang ditawarkan untuk para wisatawan. Menggunakan sepeda yang disewakan oleh pengelola Desa Wisata Kebonagung, mereka melakukan perjalanan bersepeda ke Makam Raja Imogiri. Hal yang mengasikkan bagi para pelajar dari Ibukota yang biasa dekat dengan modernitas. Kamu?..kapan menengok penginggalan sejarah Budaya di Makam Raja Imogir ini..

 
© Jogjakartour.com I Tour and Travel Terbaik Jogja I Paket wisata Jogja
Chat whatsApp