Apa itu generasi milenial? Generasi milenial merupakan orang-orang yang lahir di era 1990 dan 2000. Sebelum generasi milenial ada yang dikenal dengan generasi X yaitu orang-orang yang lahir dibawah tahun 90an. Generasi milenial memiliki karakteristik yang khas, dimana mereka dilahirkan ketika TV sudah berwarna dan sudah menggunakan remote. Sejak masa sekolah sudah menggunakan ponsel, dan internet menjadi suatu kebutuhan pokok bahkan tiap tahun ganti ponsel.
Kedua tipe generasi tersebut memiliki perbedaan baik dalam gaya hidup bahkan ketika berwisata. Kaum milenial cenderung cuek dengan keadaan social. Mereka lebih membanggakan akan merek atau brand. Mulai dari ponsel yang digunakan ketika berwisata, parlengkapan yang dibawa, outfit yang dikenakan hingga celotehan-celotehan yang diutarakan ketika berwisata. Ada beberapa perbedan dari kedua generasi tersebut ketika mereka menjadi seorang wisatawan.
Perilaku Wisatawan dan Generasi Milenial Pengaruhi Perilaku Wisata

Perilaku wisatawan akan sangat mempengaruhi keputusan pembelian paket tour. Misalnya ketika mereka ingin menikmati paket wisata Jogja dan berwisata ke Jogja. Dalam memilih destinasi wisata, berkomunikasi, persepsi, hingga respon terhadap aktifitas wisata juga berbeda. Pengenalan setiap karakter wisatawan ini sangat dibutuhkan oleh seorang staff travel agent. Sebab, merekalah yang akan membuatkan paket wisata Jogja, misalnya kepada para wisatawan. Setidaknya, pengenalan terhadap generasi tertentu seperti generasi milenial dan 90an ke bawah akan menjadi pertimbangan pembuatan paket wisata. Apa saja kira-kira perbedaan dua generasi tersebut?. Berikut ini check detailnya…
Destinasi Wisata Yang Dikunjungi
Wisatawan mileniel tentunya lebih menyukai tempat-tempat yang memiliki spot foto yang instagramable. Karena mereka hidup di zaman dimana kebutuhan media sosial sangat berpengaruh untuk meningkatkan eksitensinya. Mencari angle foto yang mendukung untuk mepercantik tampilan feeds instagramnya. Sedangkan wisatawan generasi sebelumnya mereka lebih memilih tempat yang nyaman untuk berwisata bersama keluarganya.
Selain itu wisatawan milenial pun lebih menyukai destinasi wisata yang memiliki tantangan untuk menguji adrenalin, arung jeram misalnya. Wisatwan sebelum generasi milenial lebih menyukai destinasi wisata yang santai karena mengingat usia mereka yang sudah tidak muda lagi. Keinginan wisatawan generasi sebelumnya justru lebih ingin menikmati paket wisata Jogja yang dibelinya. Misalnya mereka ingin benar-benar bisa menikmati seluruh rangkaian perjalanan wisata yang diikutinya.
Tingkah Laku Saat Berwisata

Perbedaanya wisatawan milenial dengan generasi X dilihat dari tingkah lakunya ketika mereka sedang berwisata. Generasi milenial ketika berpergian mereka akan selalu bersama-sama. Sedangkan generasi X mereka akan pergi berasama keluarganya atau sendiri. Ketika sudah sampai di daerah tujuan wisata generasi milenial akan membagiakan ke sosial media lewat instastorynya. Tujuannya tentuk untuk meningkatkan eksistensinya. Hal yang wajib dilakukan bagi wisatawan milenial tidak lupa update status pemandangan sekitar disertai kata-kata mutiara. Aktivitas yang dilakukan pun tentu berbeda jika mereka mengunjungi sebuah pantai generasi X cenderung lebih menikmati pemandangan sekitar. Lain halnya dengan generasi milenial yang menyukai penuh tantangan. Generasi X akan terlibat aktifitas bersama penduduk lokal. Mungkin mereka ingin bisa berinteraksi dengan sesama wisatawan. Bisa jadi juga ada interaksi dengan pengelola lokal dan menjalin komunikasi dan aktifitas bersosialisasi.
Transportasi Yang Digunakan
Dalam penggunaan transportasi untuk berwisata kedua generasi tersebut pun cenderung berbeda. Jika generasi milenial lebih menyukai pergi bersama menggunakan motor atau biasa disebut dengan touring untuk perjalanan jauh. Sedangkan generasi X lebih menyukai menggunakan mobil, karena mereka pergi berwisata dengan keluarga tercintanya. Mengingat usianya yang sudah tidak muda lagi jadi mereka lebih memilih pergi menggunakan mobil ketimbang dengan motor.
Kecuali ketika membeli paket wisata Jogja misalnya di travel agent terbaik di Jogja. Maka, fasilitas seperti mobil wisata sudah termasuk ke dalam harga paket wisatanya. Sebab driver wisata akan ikut membantu selama kegiatan berwisata. Bisa jadi jarak antar destinasi juga cukup jauh. Sehingga mobil atau bus wisata memang fasilitas yang harus digunakan saat berwisata.
Mencari Pengalaman Yang Unik
Wisatawan milenial mereka berwisata untuk mencari pengalaman yang unik, baru, otentik dan personal. Salah satu alasannya adalah untuk membuat mereka berbeda dengan rekan-rekannya. Wisatawan milenial memiliki karakter, mereka yang lebih menyukai pengalaman baru, termasuk wisata petualangan, dan eksplorasi. Sedangkan wisatawan generasi X lebih menyukai pengalaman yang sama dengan teman-temannya. Keinginan untuk bercengkrama dengan sesama wisatawan dan mendapatkan kesegaran selama berwisata.
Hal ini menjadi sesuatu yang dicari oleh generasi X ketika berwisata. Contohnya ketika sedang menikmati paket wisata Jogja dengan pemandangan sunset. Bagi generasi X adalah kenangan berupa memori dan kesan yang mendalam. Ketakjuban dan rasa terlibat untuk bisa menikmati perjalanan dan pemandangan selama berwisata. Lain hal dengan generasi milenial saat ini yang cenderung mementingkan dokumentasi semata. Tak harus mereka bisa enjoy atau tidak selama berwisata, asalkan banyak koleksi foto sudah didapat.
Perbedaan Karakter Wisatawan Menjadi Peluang Buat Travel Agent
Perbedaan karakter dari kedua wisatwaan ini tentu menjadi peluang bagi industri pariwisata bagaimana mereka harus menciptakan sesuatu yang cocok. Seperti penginapan, cinderamata yang dijual untuk oleh-oleh serta destinasi wisata tersebut. Jika sebuah industri pariwisata bisa menciptakan apa yang kedua generasi tersebut inginkan. Dengan begitu tingkat kunjungan wisatawan pun akan semakin meningkat, dan tentunya hal ini dapat mensejahterakan masyarakat.
Travel agent adalah bagian dari industri pariwisata yang menjual berbagai jenis produk wisata. Seperti halnya paket wisata Jogja yang dinikmati oleh wisatawan. Adanya beda karakter generasi milenial dan generasi x membuat perusahaan perjalanan berinovasi. Yakni bagaimana menciptakan paket wisata Jogja yang memang sesuai dengan segmentasi wisatawan. Wisatawan generasi milenial pastinya ingin menikmati destinasi wisata hits dan kekinian. Mereka menyukai beberapa jenis wisata baru dan juga instagrammable misalnya. Sedangkan untuk generasi X mereka akan cenderung mengunjungi tempat yang bersejarah dan juga berbudaya. Unsur kebudayaan dan nilai sejarah bisa jadi sangat menarik untuk golongan senior.
Fasilitas Wisata Juga Dipengaruhi Oleh Selera Wisatawan
Selain destinasi wisata yang harus disesuaikan dengan segmen wisatawan, hal lainnya adalah fasilitas. Fasilitas yang bisa dinikmati dalam paket wisata Jogja beragam mulai dari penginapan, obyek wisata, transportasi, makanan, guide hingga lainnya. Untuk jenis wisatawan generasi milenial masa kini mungkin adanya pemandu wisata tidak begitu diharuskan ada dalam paket wisata. Sedangkan untuk generasi sebelumnya, adanya pemandu wisata akan sangat membantu memberikan informasi wisata. Hal ini dipengaruhi oleh generasi milenial yang cenderung biasa mengakses informasi lewat aplikasi maupun internet.
Fasilitas lainnya yang cukup membedakan dan harus diberikan atau tidak untuk generasi X adalah pemesanan menu restoran. Bisa jadi jika wisatawan yang ikut trip rombongan tidak terlalu besar, maka pemesanan menu bisa mendadak. Bisa jadi untuk generasi milenial ada kalanya tidak harus dipesankan resto tertentu. Mereka bisa dengan mudah mengakses info dan juga memesannya. Sedangkan untuk generasi X penting sekali menyiapkan semua fasilitas dalam paket wisata Jogja yang dibelinya. Termasuk juga fasilitas fotographer yang cukup membantu wisatawan berfoto selama di obyek wisata. Beda halnya dengan kaum milenial yang selalu membawa gadget canggih dan sangat mandiri selama berwisata termasuk berfoto ria.

